pagiku

1394 Words

Pagiku sudah begitu sempurna dengan mentari yang bersinar cerah dan senyum ceria anak-anak. Kami menikmati hidangan sarapan sambil berbagi cerita hingga Mas Yadi bergabung di meja kami. Anak-anak menyapa ayahnya, melabuhkan pelukan dan kecupan manja di pipi lalu berpamitan pergi. Tinggallah aku dan dia di meja dala kebisuan. "Lakukan saja apa yang menurutmu benar tentang kedua anak ini," ujarnya. "Memangnya apa yang menurutmu benar, sebagai ayah tirinya kau akan mengantar mereka ke dinas sosial atau panti asuhan?" "Sepertinya itu akan merusak citraku di mata Kartika," ujarnya sambil mengesap kopinya. "Jangan merusak pagiku dengan menyebut nama gundikmu, aku bisa geram," gumamku. "Lakukan apa yang melegakan hatimu kalo begitu, Sakinah, aku akan menurut." "Aku yakin kau pasti punya mo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD