"Apanya yang lancang jika itu adalah kenyataan? Saya memang istrinya, jadi wajar ya, kalo saya speak up." Tanpa banyak bicara wanita itu memberi isyarat pada anak buahnya dengan anggukan. Mereka yang berdiri di tiap sudut ruang, menarik dan menyeretku. "Kurung dia di basement, kunci semua pintu dan ambil ponselnya!" "Tidak, ini tidak adil ... Bendi, lakukan sesuatu!" Mas Bendi meminta para anak buah untuk berhenti namun ibunya lebih memilih mengacungkan pistol dan mengarahkannya padaku. "Pilih menurut atau kubunuh wanita itu?" " Aya allah, Mam!" "Jangan lepaskan dia sebelum pernikahan Bendi dan Irina terlaksana!" Perintah wanita itu sambil pergi dengan gaya angkuhnya. Aku menjerit dan meronta berusaha untuk agar Bendi mau membantuku untuk lepas dari kurungan wanita itu, tapi terser

