152

962 Words

Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa hari ini aku akan kedatangan seorang tamu yang cukup membuatku berpikir berkali-kali. Pagi tadi ketika aku telah selesai dengan tugas rumah dan baru saja mandi, tiba tiba pintu diketuk, kubuka dengan oenadaran karena pemua yang datang amat tampan, perawakannya seperti pangeran Brunai dan tubuhnya sangat atletis layaknya pemain polo. "Selamat pagi, Nyonya?" "Selamat pagi," jawabku. "Kenalkan saya Roni," ujarnya tersenyum. "Oh, saya sakinah, ada apa ya?" "Boleh saya masuk, Nyonya?" Senyum dan bahasa tubuhnya mengisyaratkan bahwa pemuda itu adalah pemuda yang dididik dari keluarga baik-baik. "Ya, silakan." Pemuda itu kupersilahkan duduk sementara kuambilkan segelas teh untuknya. Aku kembali dari dapur ketika pemuda itu sedang berdiri da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD