153 POV Imelda

828 Words

Selepas acara, ketika ketika tamu-tamu berangsur berpamitan dan meninggalkan aula pernikahan, aku dan Bendi kemudian mengobrol berdua sembari menunggu giliran sisananggota keluarga yang belum bergabung dan berfoto bersama kami. "Kamu kenapa, Mas?" "Wah, kamu manggil aku Mas?" "Iya, bukankah, seorang istri harus menghormati suaminya?" Raut wajah suamiku amat ceria mendengar jawaban seperti itu. Dia menggenggam tanganku dan tertawa kecil. "Tidak terjadi apa-apa. Jangan khawatir." "Kenapa wajahmu bisa selebam itu, aku tidak percaya bahwa seseorang yang punya banyak anak buah untuk menjaga bisa dipukul seperti itu, apa orang yang menyerang mu cukup banyak?" "Iya, lumayan," jawabnya santai. "Siapa?" "Tidak usah tahu, dan tidak perlu membesarkan rasa penasaran karena itu tidak berguna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD