Selagi pagi sudah menjelang gorden jendela sudah dibuka oleh suamiku yang terlihat sedang duduk menikmati sarapannya di balkon kamar kami. Kusibak selimut masih dengan sisa perasaan kesal tadi malam karena dia ... ah, sudahlah. Perlahan kugeser pintu kaca dan hendak menyapanya tapi Mas Bendi terlihat menelpon seseorang di sana. "Gue curiga, sama dia yang ada di penjara dan sudah menyuruh orang untuk menghancurkan pernikahan gue," ungkapnya sambil menghisap sebatang rokok. "Iya ... walaupun tidak mungkin, tapi bisa jadi kan? keluarga tante Sakinah sudah bermusuhan lama dan mereka saling menjerumuskan sampai ke titik ini. Gua nggak mau gua dan istri gua terus menerus terseret, sampai-sampai Imelda gak akan merasa aman." "Hah, Kolonel William? Siapa dia? .... Oh hakim itu? ada apa dia?

