157

824 Words

Pagi-pagi sekali mama datang, mencariku dengan penuh kehawatiran. Dia masuk menemuiku setelah seorang pengawal Bendi datang dan mengantarnya ke kamar. "Apa kabar kamu?" tanyanya cepat "Baik, Ma." "Bendi di mana?* "Lagi pergi." "Ayo kita pergi," ujarnya Mama sambil menarik lenganku dengan keras. Dia mengajakku pergi dan dari rumah suamiku. "Kemana Ma?" "Pulang ke rumah!" "Kenapa?" "Aku tahu, aku merestui pernikahanmu, tapi kami sudah salah," ucap Mama panik. "Apa maksudnya Ma, aku gak paham?" "Ayo pulang, jangan di sini lagi," ujarnya. "Tapi aku istrinya, aku pengantinnya, ini rumahku sekarang," jawabku berusaha menenangkan Mama. "Kita salah, Nak, mama minta maaf, Papamu selaku berat untuk setuju dari dulu, dan kini semuanya jelas, sebelum terlambat ayo pergi." "Aku belum m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD