diantar

1207 Words

Segala kejadian canggung barusan terjadi membuag kami meluncur dalam kebungkaman masing-masing. Hanya alunan musik dari radio yang sengaja diputar dengan nada pelan. Ada lucu juga penyesalan mengapa kami sampai berciuman dan terbawa suasana. "Maafkan Aku," bisik Roni sambil menatapku namun aku enggan membalas sorot matanya. "Ya... tidak apa-apa aku juga terbawa suasana," jawabku sembari menarik napas pelan. "Tapi sungguh aku menyukaimu," balas pria itu sambil menatap lurus kedepan. Bagaimana aku harus mempercayai ungkapan suka yang terlihat tidak tulus itu? Tapi bukankah sifat manusia tidak sama? Ada yang sering mengumbar rayuan gombal dan yang lainnya lagi hanya bersikap seadanya saja. "Aku berencana untuk menghancurkan rumah ibu mertua sampai luluh lantak tidak bersisa sedikit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD