Sabtu

1240 Words

Sabtu pagi ibu mertua mengunjungiku ke rumah, sempat terpikir dia akan datang menyambut atau minta maaf tapi anggapan konyol semacam itu adalah hal yang tidak mungkin. Aku tahu dia datang kemari hanya untuk memamerkan keangkuhan dan kekayaannya. Ada papa, mama dan aku di ruang tamu, lantas wanita berpakaian setelah peplhm ungu itu melempar kertas ke atas meja berikut amplop warna coklat yang terlihat cukup tebal. "Apa itu?" "Surat cerai dan kompensasi anakmu," jawabnya sambil mengedarkan pandangan ke dinding rumah kami memperhatikan bingkai-bingkai yang terpasang dengan aksen jijik. "Melempar surat cerai tanpa pemberitahuan dan panggilan untuk persidangan? Aturan dari mana itu?" "Kau tahu, bahwa kami punya pengaruh besar? Jangankan untuk surat cerai surat kematian kalian pun bisa k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD