22. Tunggu Sebentar Lagi

1025 Words

Shena baru membuka matanya tepat pukul enam pagi. Ia sudah bangun sejak Subuh tadi, tapi kembali tidur karena semalam harus begadang untuk memulai mengerjakan laporan magangnya. Reygan menemaninya semalaman, melalui sambungan video. Lelaki itu bahkan ketiduran. Membuat senyuman Shena mengembang saat melihat wajah tampan itu tergambar jelas di layar ponselnya. Setelah mencuci wajah dan gosok gigi, Shena langsung menemui Ibu yang sedang memasak di dapur. Untuk membantu atau sekadar menemani sekaligus membagi cerita-cerita menyenangkan selama Shena jauh dari rumah. Atau hal-hal baru yang ia dapat di kantor tempatnya magang. "Ibu," sapanya riang. Menelisik ke arah masakan Ibu yang hampir jadi. "Sudah bangun, Nduk. Bantu Ibu siapin meja ya. Kasihan Nak Reygan sudah nunggu dari tadi." Shena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD