"Pagi, Pak!" Sapa Azmi, kepada Keano yang berdiri di depan pintu lift. Penampilan pria itu pagi ini terlihat sangat jauh dari kata CEO, sekaligus putra dari pemilik perusahaan besar tersebut. Rambut yang berantakan, serta pakai yang di oleh Keano terlihat sangat kusut. "Pagi, Mi." Ucap Keano, sambil tersenyum manis kepada Azmi. Azmi menggelengkan kepalanya, sebelum iasl memasuki lift yang telah terbuka. Diiringi oleh Keano dan beberapa orang karyawan yang lainnya. Begitu sampai di ruangannya, Keano segera bergegas mengambil pakaiannya yang terletak di dalam sebuah lemari kecil yang ada di sudut ruangannya. Sesudah itu, ia langsung masuk kedalam kamar mandi. Lagi-lagi Azmi hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku Keano yang berbanding terbalik denga

