Alena menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur. Ia memijat pelipisnya sendiri. Pusing. Itulah yang kini dirasakan oleh Alena. Bukan hanya itu, dari subuh tadi ia sudah berkali-kali keluar masuk kamar mandi. Mengeluarkan isi perutnya yang sebenarnya belum diisi apa-apa. "Kamu kenapa, Lena?" Keano menatap Alena yang sedang memijat pelipisnya sendiri. Merasa khawatir melihat Alena yang terlihat lemah, Keano yang masih setengah sadar dari tidurnya langsung duduk. Untuk memeriksa keadaan Alena. "Aku tidak apa-apa, Kean. Mungkin aku sedikit masuk angin. Kamu bayangkan saja, dari kemarin aku hanya beberapa jam saja mengenakan pakaian. Jadi wajar sih, kalau pagi ini masuk angin!" "Maafkan aku, ya. Karena aku kamu menjadi sakit seperti ini. Eh, tapi tunggu …" "Kenapa?" kening Alena me

