"Kamu menemani pak Andrean?" Lina menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Iya," jawab Ega, seraya mengangguk. "Pak Andrean juga mengatakan kepada mertua kakak iparku, kalau dia adalah calon suamiku!" ucap Ega gusar. Ia memainkan sedotan yang ada di dalam gelas jus alpukat yang dari tadi hanya ia pandang saja. Selesai membesuk Azmi, Ega dan Lina pergi menuju kafe yang tidak jauh dari rumah sakit. Sesuai dengan rencana awal mereka berdua. Agar Ega bisa membayar hutang penjelasan kepada Lina. Dan kini, disinilah mereka sekarang, memakan cemilan dilengkapi dengan jus kesukaan mereka masing-masing. "Seharusnya kamu senang Ega. Bukannya malah cemberut seperti ini," menyandarkan tubuhnya Lina kembali berucap, "Kamu harus manfaatkan kesempatan ini untuk dekat dengan pak Andrean. Sekaligus

