Berusaha Untuk Ikhlas

1456 Words

Keano mengangkat wajahnya saat mencium aroma sabun yang menggoda indra penciumannya. Bukan hanya itu, ia juga terpesona melihat sumber aroma harum tersebut. Seorang wanita cantik. Dengan kaki jenjang, tubuhnya yang yang ramping dililit handuk, dan rambut panjangnya yang basah dibiarkan tergerai begitu saja. Semakin menambah nilai kecantikan wanita tersebut. "Melihatnya biasa saja deh, Kean. Jangan yang kayak mau nerkam aku gitu!" Alena mengerucutkan bibirnya. "Ah, tidak. Mana mungkin aku menerkammu, Lena. Yang ada aku malah terpesona melihatmu siang ini," Keano mengusap tengkuknya yang tiba-tiba saja meremang saat ini. "Ya, ampun, Kean. Kamu kemana saja selama ini? Sehingga baru hari ini kamu menyadari kecantikan aku. Padahal hampir setiap hari kita bertemu dan juga …," Alena berjala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD