Ares tiba di rumah dan segera menutup pintu kamarnya rapat-rapat setelah mengantarkan sate ke rumah biru muda itu. Rumah yang dulu pernah Anis tinggali, dan kini Alia-lah yang tinggal di sana. Ia segera membuka laci lemarinya yang tersembunyi dan mengeluarkan peralatan lamanya. Ia berharap semua akan sesuai dengan rencana, seperti masa lalu. Hanya saja bedanya, dulu ia tak mengerjakannya sendiri. Ia mengerjakan rencana yang dipikirkannya bersama Jajang dan yang lainnya. Namun kini, Alia harus ia tangani sendiri. Keinginannya untuk memiliki Alia harus terpenuhi, bagaimana pun caranya. Gadis itu tak boleh dimiliki oleh pria lain. Sejak dulu Alia hanya menyukainya, dan ia yakin sampai saat ini pun masih seperti itu. Dalam pikiran Ares, Alia hanya merasa tak bisa meraih Ares karena selalu in

