Tok..., tok..., tok...!!! Suara ketukan pintu terdengar dengan jelas, Ranti dan Khadija pun saling menatap satu sama lain. Mereka merasa aneh, karena tak biasanya ada yang bertamu malam-malam. Bahkan siang hari sekalipun - saat Alia sedang tak di rumah - tak ada yang berani mengetuk pintu rumah mereka, karena banyak yang segan terhadap Alia. "Siapa, ya?" Khadija bertanya-tanya. "Biar Ranti yang buka, Mi. Umi di sini aja, ya," ujar Ranti. Khadija menganggukan kepalanya. Ranti pun segera menuju ke pintu depan, lalu mengintip di jendela yang tertutup gorden untuk mencari tahu mengenai siapa yang datang. "Ares?" bisiknya, saat melihat sosok seseorang di teras rumah. Ranti pun mempersiapkan diri dan pistolnya, secara diam-diam. Ia membuka pintu namun tak terlalu lebar. Ares terlihat agak

