Ranti mengapit lengan Alia erat-erat, saat mereka akhirnya pergi dari hadapan Amrin. Situasi tadi membuat mereka berdua benar-benar harus memasang tampang polos dan bodoh di saat bersamaan. "Sumpah, aku menyesal karena nggak ikut mengasah bakat akting seperti yang kamu lakukan dulu, saat masih SMP dan SMA," bisik Ranti. "Memangnya kenapa?" tanya Alia, sambil mengerenyitkan keningnya karena merasa heran. "Ya gila aja, gitu! Mereka semua mengindikasikan semua kunci dari kasus ini, dan mereka semua menunjuk ke arah yang sama seperti yang kita pikirkan. Tapi masalahnya, kita harus mati-matian berperilaku bodoh di depan mereka semua, demi menghindari kecurigaan si pelaku sebenarnya," jawab Ranti, yang masih berbisik-bisik meki telah jauh dari jangkauan Amrin. "Iya, tapi kita tetap harus mel

