Tidak ingin membuang waktunya, Wilson mencoba mencari istrinya kembali. Dilajukan kembali mobilnya ke jalanan menuju apartemen mereka. Sesampainya di sana, tidak ada secercah harapan yang terlihat. Ruangan apartemen yang luas itu terlihat hening dan gelap. Tidak ada tanda-tanda Ruby telah kembali ke sana. Dengan langkah gontai, Wilson berjalan menuju kamar mereka untuk mengecek keberadaan istrinya dan hasilnya, istrinya memang belum kembali! Pria itu berjalan menuju ke ruang tamu, lalu menghempaskan tubuh lelahnya ke atas sofa ruangan itu dan memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Rasa frustasi dan bersalah membuat wajah tampan pria malang itu terlihat begitu rapuh. Tanpa terasa setetes cairan kristal mengalir dari pelupuk matanya. Pria itu seperti sedang kehilangan sebuah permata yang

