“Hai." “Ray?” Lelaki jangkung berkulit kecokelatan itu menyunggingkan senyum tipis yang justru terlihat kaku. Dia melambaikan tangannya dengan canggung. “Hai,” sapanya yang direspons oleh Pelita dengan anggukan. “Kamu mau ketemu adikku?” tanyanya to the point seraya membuka daun pintu lebih lebar lagi, mempersilakan Raymon untuk masuk. “Masuk dulu, Ray.” “Iya. Aku denger, Binar lagi sakit,” ucapnya seraya menyerahkan parsel buah yang dia beli sepulang dari kerja tadi. Raymon duduk di salah satu sofa single setelah dipersilakan oleh Pelita. Tak jauh dari tempat duduk Raymon, Aruna menggelesot sambil asyik mewarnai buku mewarna. Lelaki jangkung itu sempat menyapanya sesaat sebelum akhirnya memusatkan perhatian pada perempuan berjilbab pasmina yang duduk di atas sofa dekat dengan Aruna.

