Bagian 31

1351 Words

Perlahan, kelopak mata yang tertutup sempurna itu terbuka. Cahaya terang benderang yang berasal dari lampu penerangan, membuat sang pemilik memicingkan mata, berusaha menyesuaikan pupilnya. Erangan kecil keluar dari mulutnya, mengusik ketenangan lelaki muda yang tengah asyik menyedot Yakult. Entah sudah botol ke berapa yang sudah diminumnya selama seharian ini. Yang pasti, dia tidak akan sayang mengeluarkan banyak uang untuk membeli sebotol kecil minuman tersebut. Lelaki ber-hoodie marun itu kemudian memusatkan atensi ke arah Binar yang tengah bergerak lemah di atas brankar rumah sakit. Di tengah-tengah meminum Yakult, dia meringis, seolah-olah ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh Binar. “Mbaknya enggak pa-pa, ‘kan? Ada yang sakit? Saya panggilkan dokter, ya,” tawarnya selepas menan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD