Bagian 30

2079 Words

Dengan langkah tergesa-gesa, Kirana menyusuri koridor sekolah sambil mengepalkan kedua tangan erat-erat. Sepanjang perjalanan, mulutnya komat-kamit, mengucapkan segala sumpah serapah. Tak dia hiraukan teriakan kedua sahabatnya yang terus memanggil dan berusaha menghentikannya. Friska yang berhasil menyamakan langkah Kirana, langsung mencekal pergelangan tangannya untuk menghentikan langkah sang sahabat. “Ran, jangan emosi dulu. Belum terbukti kalau emang dia yang aduin kita ke BK. Itu ‘kan, masih rumor doang. Jangan bikin keributan lagi. Bisa-bisa, orang tua kita dipanggil lagi.” “Iya, Ran. Bener katanya Friska,” timpal Davira sembari mengatur napasnya yang tersengal karena berusaha mengejar Kirana. Gadis berusia delapan belas tahun itu terdiam dengan d**a yang naik turun. Berjalan cepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD