Bagian 28

1773 Words

Gerakan Umi Maira yang akan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya terhenti saat mendengar pintu kamar diketuk pelan. Detik berikutnya, pintu berbahan jati dengan cat cokelat itu terbuka perlahan, menampakkan Binar yang sudah memakai piama navy lengan pendek bermotif bulan dan bintang. “Umi, Binar boleh enggak tidur di sini?” Binar yang masih berdiri di ambang pintu, menunjukkan wajah memelas. Senyum samar terlukis di bibir wanita paruh baya itu. Kemudian, tangan kanannya menepuk kasur yang masih kosong. “Boleh banget, dong. Sini.” Perempuan berusia seperempat abad itu langsung menyunggingkan senyum semringah, meski hatinya masih dilanda getir karena perkataan Baskara tadi sore terus terngiang-ngiang di benak kepala. Tanpa menunggu lama, dia langsung naik ke atas ranjang setelah menut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD