Bagian 46

1983 Words

Kirana menatap lekat gelas bening yang masih terisi penuh dengan mocktail. Itu adalah gelas keduanya setelah minuman pertama yang ia pesan sudah tandas setengah jam lalu. Dewangga yang membelikan minuman tersebut untuknya sebagai permintaan maaf. Gadis itu menganjurkan jari telunjuk, menyentuh ujung gelas dan bergerak memutar mengikuti bentuknya. Dewangga sudah pergi beberapa menit yang lalu. Namun, cerita pemuda itu masih membekas di benak kepalanya. Cerita tentang keluarga Dewangga yang bercerai-berai karena kehadiran orang ketiga. Dia pun harus hidup seorang diri bersama asisten rumah tangga karena kedua orang tuanya menikah lagi dan sudah memiliki anak dari pasangan baru mereka. Mendengar cerita itu, hati Kirana mencelus seketika. Merasa iba karena ternyata pemuda yang terlihat kasar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD