Sudah cukup lama Binar memandang bangunan lantai dua yang berdiri kukuh di hadapannya. Setelah bergulat dengan batinnya, dia akhirnya memutuskan untuk memasuki bangunan yang sudah dialihfungsikan menjadi restoran itu. Matanya memindai seluruh penjuru lantai satu restoran tersebut. Meskipun letak restoran itu dan klinik tempatnya bekerja tak terlalu jauh, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki lima langkah, Binar belum pernah sekali pun menginjakkan kaki di sana. Dilihat secara sekilas, tampaknya restoran tersebut sangat nyaman. Dinding-dinding restoran dicat dengan warna abu-abu yang dihiasi mural sederhana, tetapi i********:-able. Cocok untuk tempat foto atau berswafoto. Furnitur-furniturnya memadukan tema vintage dan modern sehingga tampak elegan. Tak lupa, lampu-lampu bohlam yang me

