Bagian 34

1104 Words

Raymon mengusap wajahnya dengan kasar. Lelaki itu terlihat frustrasi dan putus asa. “Kalau gitu, kamu tahu dia kerja di mana? Terus, dia tinggal di Jogja bagian mana?” Nadia terdiam seketika. Bola matanya bergulir ke kanan dan kiri, berusaha mencari jawaban yang tepat. Pasalnya, Binar menyuruhnya untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang keberadaan perempuan itu. “Hmm … itu—” Saat berusaha menemukan jawaban, netra Nadia tak sengaja menangkap sesosok laki-laki yang terlihat tak asing. Tubuhnya menegang dengan mata terbelalak. Bukan keberadaan lelaki itu yang membuat Nadia terkejut, melainkan perlakuan lelaki itu pada perempuan yang duduk di seberangnya. Merasa aneh dengan tatapan Nadia, Raymon pun menoleh ke belakang untuk mengikuti arah pandang perempuan itu. Dahinya mengerut dalam k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD