Bagian 56

1068 Words

Dua bulan kemudian … Dengan dagu bertumpu pada sisi boks, Binar menatap lekat kedua putranya yang masih terbuai mimpi. Sesekali, dia menepuk pelan perut mereka agar tertidur semakin lelap. Senyumnya seketika merekah saat melihat Rafandra tersenyum dengan mata yang masih terpejam. “Mimpi apa kamu, Nak, sampai senyum-senyum gitu?” tanyanya yang hanya disambut hening. Dia mengusap pelan pipi tembam anaknya itu. “Kalian kelihatan damai banget kalau lagi tidur. Mama harap, kalian akan terus begini, meski masalah yang kita hadapi akan jauh lebih berat. Kelak, saat kalian dewasa, jangan merasa menyesal karena dilahirkan dari seorang ibu seperti mama, ya, Nak. Semoga kalian bisa memahami setiap keputusan yang mama ambil sekarang. Mama akan berusaha menjadi ibu dan ayah yang baik untuk kalian,” uc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD