Bagian 54

2171 Words

Binar menatap sendu sang umi yang tengah terbaring tak berdaya di atas ranjang. Akibat mendengar pernyataan Pelita yang mengejutkan, wanita paruh baya itu langsung tumbang. Beruntung, kondisinya tak terlalu mengkhawatirkan karena langsung diberi pertolongan pertama. Namun, sejak kemarin, Umi Maira masih belum sadarkan diri. Perlahan, Binar menggenggam tangan Umi Maira, kemudian menempelkan di pipinya. Meski perasaan bersalah lebih mendominasi, dia tetap lega karena sang umi sudah mengetahui keburukan Baskara. “Maafin Binar, ya, Mi,” ucapnya lirih. Tak berapa lama setelah Binar mengatakan hal itu, kelopak mata Umi Maira terbuka perlahan, diikuti dengan gerak tangannya yang begitu lemah. “Umi udah siuman?” Senyum Binar langsung merekah begitu melihat mata Umi Maira terbuka sempurna. Pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD