Raymond duduk sendiri di taman belakang kediaman Tuan Almeer sambil menyesap rokok nya. Sejak kepulangan nya dari rumah siang tadi, ia berfikir keras untuk mencari cara bagaimana menjumpai Johan. Mendapati Almoora yang sudah mulai membuka diri kepadanya membuat Raymond semakin bersemangat untuk mencari tahu semua nya. Tapi sayang, Raymond masih terkendala untuk menemukan bukti nya meskipun ia sudah menemukan sedikit titik terang. Deriyan jelas tidak mau memberi tahu karena ia terkesan menutupi kejadian beberapa bulan yang lalu. “Mungkin Tuan Bahadir bisa membantu.” Raymond mematikan rokok nya. Baru saja ia akan beranjak masuk ke dalam, Maya datang menghampirinya. “Aku tidak percaya,” ujar Maya serambi menghalangi jalan Raymond. “Percaya, apa?” Wanita itu kemudian mendorong tubuh Raymo

