“Percuma, kau tidak akan pernah menang melawan nya.” Mereka berdua kembali duduk di bangku belakang rumah. Maya menyeret Raymond ke sana. Wanita itu ternyata mendengar semua percakapan Raymond dengan Bryan. Raymond merasa tertangkap basah oleh Maya, padahal ia sudah berusaha menyembunyikan pada semua orang di sana kalau ia sudah mengenal siapa Tuan Bryan, yang tahu hanya Nyonya Maria karena dahulu pernah mengatakan pada wanita itu kalau Raymond adalah teman Bryan. “Ternyata ini alasan mu untuk mencari Johan,” ujarnya sambil menganggukkan kepala, semua pertanyaan nya tadi tentang alasan Raymond ingin mencari Johan terjawab sudah. Raymond mendengkus kesal, wanita yang duduk di sebelah nya ini sekarang merasa menang karena sudah tahu tujuan Raymond mencari Johan. Tadi Raymond hampir saja

