Tiba-tiba saja Almoora berteriak histeris dalam dekapan Ramona. Ia menjadi tidak terkendalikan membuat Ramona kewalahan memeluknya. Sekuat tenaga Ramona menahan Almoora agar tidak terlepas, sekuat tenaga juga Almoora berusaha melepaskan diri. “Sayang... Almoora... tenanglah,” bujuk Ramona. “Antarkan aku pada nya, aku ingin bertemu dengan nya ... aku ingin membunuhnya,” desis Almoora. Almoora terlepas dari pelukan Ramona, ia berlari menuju pintu. “Kau mau kemana?” kejar Ramona. “Aku akan mencarinya, aku harus menemukan pria itu. Aku akan ke taman kota sekarang, dia pasti masih berada di sana,” racau Almoora. “Almoora... jangan. Ini sudah malam. Pria itu telah pergi, ia telah pulang ke rumahnya.” Ramona menangkap tubuh Almoora, gadis itu memberontak melepaskan diri. “Raymond,” panggil

