“Duduklah.” Bryan memberi kode dengan gerakan kepala pada kursi yang ada di depan nya supaya Raymond duduk di sana. Bryan baru saja mendapat ceramah dari Maria atas kelakuan nya yang membuat Almeer kena serangan jantung dan harus di rawat di rumah sakit. Sekarang telinga pria itu masih panas dan di saat dia keluar dari kamar Almeer dia melihat Raymond yang berjalan dari arah taman. Bryan segera menuliskan pesan pada Raymond untuk menemuinya di coffe shop yang ada di depan rumah sakit. Dia ingin bertanya sesuatu pada Raymond tentang gadis yang dia temui di taman kemaren. “Kau sudah sarapan?” tanyanya kemudian. “Sudah.” “Aku sudah pesankan kopi untuk mu.” Bryan memberi tahu dan bersamaan dengan itu, seorang pelayan datang membawa dua gelas kopi yang sudah Bryan pesan. “Ada apa?” tanya Ra

