KEENAM

1057 Words
Minggu pagi ini, Arra sudah berjanji kepada Mamahnya jika ia akan menemani Mamahnya itu ke pasar. Arra dan Ratna berjalan dari rumah hingga depan komplek, sesampainya di depan komplek, mereka berdua pun menaiki becak untuk menuju ke pasar, setiap Minggu selalu seperti. Sesampainya di pasar , Arra dan Mamahnya pun segera masuk ke dalam pasar untuk membeli beberapa bahan masakan. Ketika Ratna memilih-milih sayuran, Arra memilih untuk membeli bumbu masakan. Ia sudah sering diajak belanja ke pasar, jadi ia lumayan hafal dengan lingkungan pasar disini. Arra mulai memilih-milih bumbu sesuai menu yang akan dimasak hari ini dan beberapa persediaan. Ketika Arra sedang memilih-milih, tiba-tiba dari kejauhan terdengar teriakan. “Copeeett copeeeet.” ada seorang ibu-ibu yang berteriak meneriaki seorang pemuda yang berlari untuk kabur setelah mengambil paksa dompet tersebut, ia tidak asing dengan suara wanita itu, Ya, benar yang kecopetan itu adalah Mamahnya, Arra yang saat itu berada tak jauh dari mamahnya langsung menghampiri dan menenangkan. Arra mencoba untuk mengejar copet itu. Para penjual dan orang-orang yang berada di sekitar pasar ikut mengejar copet tersebut, tak lama kemudian ia melihat orang terjatuh. Copet itu yang terjatuh setelah ia dihadang kakinya oleh seseorang. Copet itupun sempat berkelahi sama cowok yang menghadang copet tersebut, tapi cowok itu bisa melawan copetnya hingga tak bisa berkutik lagi. Copet itu akhirnya menyerah dan langsung dibawa orang-orang yang tadi ikut mengejar copetnya menuju kantor polisi terdekat. Cowok tersebut langsung menyerahkan dompet yang sudah ia ambil dari pencopetnya ke pemiliknya yaitu Mamahnya Arra. Ratna yang melihat dompetnya kembali itu langsung tersenyum lega. “Terimakasih Nak” ucap Ratna ke cowok itu. Cowok itu langsung mengangguk dan beranjak pergi dari tempat tersebut. Arra langsung menghampiri Mamahnya, ia masih mencoba menenangkan agar Mamahnya itu merasa aman lagi. mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Saat diperjalanan ia berusah mengajak ngobrol Mamahnya agar bisa melupakan kejadian tadi. Sesampainya di rumah, Ratna menceritakan semuanya ke suaminya itu termasuk bercerita tentang cowok yang tadi menolong Mamahnya. Arra kemudian menaruh barang belanjaan ke dapur yang masih sempat ia beli saat dipasar tadi, setelah itu ia mulai memotong-motong sayuran yang akan ia masak. Arra meminta Mamahnya itu untuk beristirahat saja biar ia yang akan memasak mengingat Mamahnya itu masih syok dengan kejadian tadi. Saat sedang memotong wortel tangannya tergores pisau tajam yang ia genggam. “Argh” Arra langsung melepaskan pisau yang ada digenggamannya dan segera membersihkan lukanya itu. “Lo gapapa dek?” tanya Rama sambil berjalan ke arah Arra. Arra menggeleng pelan ke arah Rama sambil masih membersihkan lukanya. “Tunggu sini, gue mau ambilin plester bentar.” ucap Rama sambil berlari ke lemari obat untuk mengambil plester. Setelah menemukkan plester yang ia cari, ia langsung kembali ke dapur dan segera membalutkan plester tersebut ke jari adiknya yang terluka. “Thanks Kak.” ucap Arra kepada Rama. “Lo lagi mikirin apasih, bisa-bisanya lagi motong sayuran sambil ngelamun.” Rama menanyakan ke adiknya perihal mengapa ia melamun. “Gapapa kak,mungkin gara-gara tadi gue capek banget abis dari pasar.” Arra menjelaskan kepada kakaknya sambil tetap kembali memasak. Sebenarnya bukan itu yang membuat Arra tergores pisau, namun hal tadi saat berada di pasar yang membuat ia melamun. Ia penasaran sama cowok yang menolong Mamahnya tadi, namun ia tak tahu dia siapa, karena cowok itu sudah duluan pergi sebelum ia sempat melihat wajahnya. Apalagi ia belum sempat mengucapkan terimakasih karena ia sangat memikirkan keadaan Mamahnya saat di pasar tadi. Rama pun langsung meninggalkan dapur dan lanjut memainkan gamenya. Setelah masakannya selesai  dibuat dan sudah ia tata rapi di meja makan, Arra memanggil kedua orang tuanya dan Kakaknya untuk makan siang bersama karena kebetulan waktu sudah memasuki pukul 12 siang. “Mah, Pah ayo makan.” ajak Arra kepada kedua orangtuanya dan langsung dibalas dengan anggukan. Lalu ia langsung beralih menuju kamar kakaknya itu untuk mengajaknya makan juga. “Kak, ayo makan itu makan siang udah jadi tuh.” tidak ada jawaban dari Rama, Arra pun langsung membuka pintu Rama. Suda ia duga pasti Kakaknya itu sedang asyik main game sehingga tidak dengar kalau ia memanggilnya. “KAK RAMA” teriak Arra karena kesal ketika dipanggil tak kunjung menoleh. “Apa sih teriak-teriak.” ucap Rama menanggapi panggilan Arra. “Lah lo dipanggil-panggil dari tadi nggak nengok-nengok.” balas Arra yang kesal terhadap Kakaknya. “Nama juga lagi serius ngegame nya, ada apa adekku?” tanya Rama dengan sedikit mengeluarkan suara manja. “Tuh makan siang udah jadi, ayo makan dulu ntar baru deh tuh lanjutin main gamenya.” ajak Arra dan langsung meninggalkan kamar Rama “Iya-iya.” Rama langsung meletakkan joystick kemudian langsung berjalan ke meja dapur. Arra dan keluarganya langsung makan bersama, saat Arra sedang menikmati hasil masakannya itu, Ratna kemudian langsung bicara, “Ra tadi cowok yang nolongin Mamah siapa ya? Kenapa tadi ga sempat nanya ya hehehe.” Ratna bertanya kepada Arra dengan nada bergurau. “Arra gatau juga Mah, kan Arra tadi nenangin Mamah, liat wajahnya aja Arra nggak sempat.” ucap Arra kepada Mamahnya itu. Rama bingung apa yang sedang dibicarakan Arra dan Mamahnya. “Lagi ngomongin apasih Rama nggak ngerti.” tanya Rama dengan penuh rasa keingintahuannya itu. “Tadi Mamah hampir kecopetan.” jawaban Arra itu langsung membuat Rama tersedak dan kemudian langsung mengambil air putih di dekat meja makan. “Kok bisa? Gimana ceritanya?” Rama bertanya lagi agar ia mendapat penjelasan yang lebih mendetail. “Iya tadi  waktu di pasar Mamah dicopet, terus Mamah langsung teriak abis itu semua orang yang ada di pasar ikut ngejar pencopet itu sampai tiba-tiba ada cowok seumuran Arra itu nolongin Mamah dan berhasil nangkep pencopetnya sampe nggak berkutik lagi. Ganteng deh orangnya.” Ratna menjelaskan yang tadi dialaminya itu ke Rama dan langsung disambut pertanyaan oleh Arra. “Kok Mamah bisa tahu kalau cowok yang nolongin Mamah itu ganteng? Kan tadi dia masih pake masker.” Arra bertanya kepada Mamahnya yang jelas-jelas cowok itu tidak melepas maskernya saat di pasar tadi. “Ya tahu dari auranya aja udah keliatan ganteng hehehe.” jawab Arra kepada anaknya itu sambil tertawa kecil, seketika itu Arra dan Aryo langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. “Wah coba aja tadi Rama ikut ke pasar, udah Rama gebukin tu copet.” ucap Rama dengan nada sok nya itu. “Yang ada lo kali kak yang di gebukin tuh copet.” balas Arra sambil tertawa dan kemudian Mamah dan Papahnya itu ikut tertawa. Setelah selesai makan dan membereskan cucian piring, Arra langsung pergi ke kamarnya. Ia mengambil ponselnya yang sedari tadi tidak ia pegang, ada satu pesan yang belum ia buka, kemudian ia langsung membukanya ternyata itu pesan dari Ruri yang mengingatkannya agar ia tak lupa datang ke taman sore nanti. “Kinaaann jangan lupa nanti sore ke taman.” Arra melihat pesan dari Ruri tersebut dan langsung membalasnya. “Iya bawel lo.” balasnya dan kemudian lansung menutup handphone nya, ia langsung mengambil novelnya yang kemarin belum selesai ia baca.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD