Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Kinan langsung bersiap-siap untuk pergi ke taman menemui Ruri. Ia berpamitan ke Mamahnya sebelum ia pergi ke taman.
“Mah aku pergi dulu ya, mau ke taman bentar ketemu temen” ucapnya sambil menciun telapak tangan Mamahnya itu.
“Temen cewek apa cowok nih?” tanya Ratna dengan sedikit menggoda putrinya itu.
“Cewek lah Mah aku kan nggak punya pacar” jawab Arra kepada Mamahnya itu
“Ya terus, kapan dong kamu nyari pacarnya terus dikenalin ke Mamah” Ratna ,encoba untuk menjaili putrinya itu.
“Tuh, daripada Mamah nyuruh aku nyari pacar mending Mamah nyuruh Kak Rama aja nyari pacar daripada kerjaannya ngegame terus” balas Arra sambil menunjuk ke arah kakaknya itu. Ratna yang mendangar jawaban putrinya itu langsung tertawa kecil.
“Yaudah kalau gitu Arra berangkat dulu ya Mah, kasihan temenku kalo nunggu lama hehehe” ucap Arra sambil berjalan keluar rumah.
“Hati-hati ya sayang” Ratna berkata ke putrinya itu sambil sediikit berteriak agar Arra yang sudah beranjak keluar itu masih mendengarnya.
Arra mengambil sepatu converse nya yang biasa ia pakai kemanapun, kemudian ia langsung berjalan ke luar rumah menuju ke taman. Saat berjalan keluar kompleks dan melewati pos satpam ia berhenti sejenak untuk menyapa pak satpam.
“Sore Pak Edi” sapanya kepada satpam kompleksnya itu.
“Sore juga Non Arra, mau kemana Non?” balas Pak Edi sambil bertanya.
“Arra mau ke taman pak hehe” ucap Arra sambil tersenyum kecil.
“Tumben sendirian Non, biasanya kan dianter Kak Rama” Pak Edi bertanya kembali.
“Tadi aku lihat Kak Rama lagi tidur, nggak enak mau bangunin jadi aku jalan aja sekalian jalan-jalan sore Pak” Arra menjelaskan ke Pak Edi.
“Yasudah kalau gitu Arra duluan ya Pak” ucap Arra untuk mengakhiri obrolannya dengan Pak Edi.
“Ya Non, hati-hati ya Non” ucap Pak Edi dan langsung dibalas anggukan oleh Arra.
Arra kembali berjalan menuju taman, untung saja tamannya tidak jauh dari rumahnya, jadi ia tidak begitu lelah berjalan ke taman. Sesampainya di tamaan ia melihat Ruri yang sudah menunggunya dan kemudian ia langsung berjalan menghampiri Ruri.
“Lama banget sih lo Kin untung gue setia nungguin” ucap Ruri kepada sahabatnya itu
“Yailah Rur telat bentar doang” bela Kinan kepada Ruri.
“Kenapa sih lo tiba-tiba pengen ke taman?” tanya Kinan kepada Ruri.
“Gatau gue bingung mau ngapain, makanya gue ngajak lo ke taman biar nggak suntuk” Ruri menjelaskan kenapa ia mengajaknya ke taman.
“Eh iya lo mau daftar ke kampus mana?” tanya Kinan kepada sahaabatnya itu.
“Gue sih pengennya daftar ke kampus yang pernah gue ceritain ke lo waktu itu” balas Ruri sambil menyebutkan salah satu kampus ternama itu.
“Lah sama dong gue juga mau daftar kesini nih rencananya” ucap Kinan kepada Ruri.
“Wah mantap nih bisa sekampus lagi” Ruri sangat senang karena ia bisa sekampus lagi dengan ssahabatnya. Mereka berdua berjalan mengelilingi taman sambil menikmati udara sore hari.
“Aduh gue haus nih Rur, gue cari minum dulu ya, lo tunggu sini aja” Kinan berjalan menuju penjual minuman dingin yang ada disekitaran taman. Setelah mendapattkan dua botol minuman dingin, ia berjalan kembali untuk menghampiiri Ruri yyang agak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Ketikaa mulai berjalan untuk menghampiri Ruri, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menabraknya dan membuat ia terjatuh. Seketika itu laki-laki yang menabraknya tadi mencoba mengambilkan minuman botol yang terlempar dari tangan Kinan.
“Hati-hati dong lo kalo jalan” ucap Kinan dengan nada kesalnya itu.
“Sorry,gue gak sengaja, lagian lo jalan nunduk” bela si cowok itu sambil mengembalikan minuman botol milik Kinan. Kinan langsung merebut kembali minumannya.
“Makanya kalo jalan tuh hati-hati” ucap Kinan kepada laki-laki itu.
“Makanya lo kalo jalan tuh juga liat-liat, nggak usah nunduk terus” ucapan laki-laki itu sambil berjalan meninggalkan Kinan.
“Woy udah salah, nyolot lagi awas aja ya kalo gue ketemu lagi sama lo liat aja nanti” Kinan meneriaki cowok itu dengan nada kesal, kemudian ia melihat sekelilingnya banyak orang yang melihat kearahnya akibat teriakannya tadi,
Kinan yang tak ingin semakin malu itu langsung memutuskan pergi dari tempat tersebut dan langsung menghampiri Ruri yang sudah menunggunya. Kinan datang dengan wajah kesal yang membuat Ruri seketika bingung.
“Kenapa muka lo?, kok kesel gitu” tanya Ruri ketika melihat ekspresi wajah Kinan yang kesal.
“Tuh gue ketemu cowok ngeselin banget, udah salah tapi main pergi aja, pas gue teriak eh malah banyak yang ngeliatin kan gue jadi malu, ngeselin banget” ucap Kinan masih dengan rasa kesalnya.
“Udah-udah, jangan terlalu kesel sama orang nanti lo jadi suka sama dia baru tau rasa lo” Ruri menenangkan Kinan sambil sedikit meledeknya.
“Idih amit-amit gue bisa suka sama dia, orangnya aja sok-sok misterius gitu” balas Kinan yang membuat Ruri terawa.
Ketika hari sudah mulai gelap akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah, ketika ia sampai di rumah ia sudah disambut pertanyaan oleh Rama.
“Abis dari mana lo Ra?” tanya Rama kepada adiknya itu.
“Abis dari taman ketemu temen” jelas Arra kepada kakaknya.
“Oh abis ketemuan sama gebetan lo ya pasti? atau udah jadian?” tanya Rama sambil meledek Arra.
“Sembarangan aja lo Kak kalo ngomong, malahan gue tadi ketemu cowok yang bikin gue kesel banget” ucap Arra yang masih kesal dengan kejadian tadi di taman.
“Ati-ati lo ntar suka lo sama dia” balas Rama yang membuat Arra semakin kesal. Arra langsung meninggalkan Kakaknya yang sedang tertawa meledeknya itu dan langsung pergi menuju ke kamarnya.
Ia langsung masuk ke kamarnya dan duduk di tempat tidurnya. Ia masih merasa kesal dengan cowok itu.
“Awas aja lo kalo ketemu sama gue lagi” ucap Arra dalam hatinya.
Arra mengambil handdphone dari dalam tasnya ddan memulai memutar musik yang ada di handphone sampai ia terlelap. Arra tertidur hingga bermimpi, ia lagi-lagi bermimpi tentang Bara, akhir-akhir ini ia sudah sering sekali mengimpikan Bara, namun juga tidak tahu dimana keberadaan Bara saat ini. ia juga sudah berusaha mencari di semua sosmed dengan nama Bara namun tak ada hasil sama sekali hingga ia lelah tak tahu harus kemana lagi mencari Bara. Ketika Arra sudah terbangun dari tidurnya ia kemudian mengambil buku diary pemberian Bara tujuh tahun yang lalu, Ia mulai menuliskan rasa rindunya dibuku itu. Langit mulai mendung dan hujan pun mulai turun, Arra memutuskan untuk menutup Buku diary nya itu dan memutuskan untuk keluar rumah, sudah lama ia tidak bermain-main hujan karena sangat sibuk dengan dunia sekolahnya. Ia keluar rumah sambil menikmati guyuran air hujan yang mulai menderas, Arra sangat menikmati hujan sore ini. Ratna yang melihat putrinya itu diluar ia tersenyum sambil memperhatikan tingkah laku putrinya itu yang masih sama ketika masih kecil.