bc

MY BOYFRIEND MY STAR

book_age4+
9
FOLLOW
1K
READ
like
intro-logo
Blurb

Cerita ini disusun berdasarkan imajinasi yang mengisahkan seseorang bernama Indah gadis yang beruntung dan Bintang cowok super.

Adapun amanat dalam novel fiksi remaja ini untuk menenangkan jiwa pembaca apabila mereka adalah seorang jomblo, karena bagi saya jomblo itu tidak perlu sedih,lebih baik kita berimajinasi saja dalam mimpi dengan menulis.

Semoga naskah ini dapat disenangi anda sekalian yang membacanya.

Terimakasih

chap-preview
Free preview
Indah Si Gadis Cantik
Mentari pagi menyinari bumi hangatnya terasa setelah berhasil menembus kaca transparan milik seorang gadis cantik bernama Indah yang berwajah ideal,bibirnya berwarna pink,rambut panjang yang bergelombang,hidung mancung,serta bulu mata yang lentik yang kini masih tertidur pulas di ranjang berwarna pink cerah "Nak ayo bangun,ini sudah jam 06.20 loh,nanti terlambat kesekolah" kata mamanya yang kini duduk ditepi ranjang dan mengguncang guncang tubuh anak gadis satu satunya itu. "Emmhh....Ma....nanti aja Indah masih ngantuk banget Ma..." Kata Indah dengan suara khas bangun tidur,sambil bergerak kecil di kasur empuknya dan menarik kembali selimut hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya. "Aduh...ini anak gadis susah amat dibangunin, padahal sudah ku buka dari tadi gordennya" batin sang ibu seraya menggelengkan kepalanya melihat anak gadisnya yang sedikit malas bangun pagi,ternyata pagi nan cerah menembus kaca bening hingga membuat ruangan tersebut menjadi sangat terang dan menyilaukan mata, tidak membuat Gadis cantik itu berniat bangkit dari tidur pulasnya dan beranjak dari kasur empuknya itu. Mama yang menyerah melihat anaknya yang menutupi seluruh tubuhnya kemudian keluar dari kamar dan menyiapkan sarapan pagi untuk anaknya yang hendak berangkat ke sekolah dan sang suami yang akan bekerja. Indah terbangun dari tidurnya karena alarm berbunyi sangat keras di atas nakas disamping tempat tidurnya. "Aduh...masih ngantuk gini, keras amat bunyi ayam jaman now ini, padahal lagi mimpiin Nawan,aduh...jadi rindu deh" batin Indah mengomel dalam hati. Akhirnya Indah beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Ia lalu melihat waktu menunjukkan pukul 06.45 . Usai mandi Indah keluar dari kamarnya dan menuruni tangga untuk sarapan pagi. "Pagi ma, papa mana ma" sapa Indah celingak-celinguk mencari sosok ayahnya yang belum kelihatan. "Papa sebentar lagi nyusul,papa kan nggak kalah kesiangan nya dari kamu kalau bangun pagi" kata Mama sambil menyiapkan sarapan dibantu oleh bibi Minasari. "Pagi mama dan anak papa sayang...."kata sang Ayah berjalan dari arah kamar yang berada di lantai satu. Kamar orang tua Indah berada dilantai satu sedangkan kamar Indah berada di lantai dua. "Ma kita sarapan apa hari ini?" tanya papa yang membetulkan kerah bajunya kemudian duduk di kursi. "Mama hari ini siapin nasi goreng kesukaan kalian " kata mama lalu mengambilkan makanan untuk kedua orang yang dicintai itu. "Bibi ayo sarapan bareng bi..." sapa Indah membuat bibi Sari tersenyum. "Maaf non,bibi nanti aja sarapannya,soalnya bibi masih ada pekerjaan" jawab bibi Sari menolak. "Ayolah Bi,Ma Pa kalian bagaimana sih,ajak bibi sarapan bareng dong" rengek Indah dengan wajah cemberut yang terlihat imut dan lucu. Mama pun akhirnya memanggil Bi Sari agar duduk disebelahnya agar sarapan bersama. Indah adalah anak yang baik hati dan juga sangat ramah,para pelayan dirumah yang sebelumnya masih bekerja dirumah besar itu,sangat menyukai karakter Indah. Teng.....teng....teng..... Bel masuk berbunyi,semua siswa siswi masuk ke kelas mereka masing masing. Indah berjalan seperti biasa menyusuri koridor sekolah dan masuk di kelasnya kelas X SMA. Indah mengikuti matapelajaran seperti biasanya,Indah menjalani hari harinya dengan selalu sendiri,tidak ada satupun temannya yang mau menghampirinya dan berbincang dengannya bahkan untuk menyapanya saja tidak ada,hanya siswa laki-laki yang banyak mendekatinya dan berusaha mendapatkannya, namun mereka tidak berani berbuat nekat untuk mendapatkan Indah,karena mereka mengenal Indah yang memiliki pacar dan berkuliah di Universitas T dekat dengan sekolah mereka SMA P. Sedangkan siswi siswi tidak berniat sedikitpun untuk menjadi teman seorang Indah nan cantik,karena jujur, mereka merasa sangat iri dengan fisik Indah yang bisa dikatakan sempurna. Setelah jam pulang sekolah,Indah selalu menaiki angkot.Karena meskipun Ia adalah anak tunggal,namun orangtuanya tidak terlalu memaksakan kehendaknya, sebenarnya mama dan papanya telah menyiapkan supir pribadi yang akan mengantar dan menjemput nya disekolah. Namun karena Indah menolak dan tidak ingin terlihat mencolok diantara teman temannya disekolah,maka Ia memilih naik angkot. Ayah dan ibunya sama sama bekerja disebuah perusahaan, Ayahnya sebagai seorang Direktur sedangkan ibunya sebagai sekretaris. Sesampainya dirumah Indah mandi lalu beristirahat tanpa makan siang terlebih dahulu. "Hari ini cukup melelahkan,eits...bukan hanya hari ini aja, hari hari lain juga membuatku sangat lelah,nggak punya teman karib yang bisa diajak curhat,udah 2 bulan aku bersekolah tapi belum ada satupun teman perempuan yang mau berteman denganku,Oh Tuhan......" Indah merebahkan tubuhnya diranjang dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Indah kemudian tertidur tanpa makan siang,bibi Sari sangat heran waktu sudah menunjukan pukul 13.20. "Kok jam segini non Indah belum turun juga buat makan,aduh mending susul aja deh" guman Bibi Sari mondar mandir diruang makan melihat ke arah tangga. Karena merasa sudah cukup lama mondar mandir akhirnya Bibi Sari memutuskan untuk menghampiri nona mudanya itu. Tok tok tok Bibi Sari mengetuk pintu kamar Indah. "Nona,ayo makan siang dulu non nanti baru kembali kekamar" kata Bibi Sari namun tidak mendapat jawaban. "Non..." tok tok tok. Namun tidak ada jawaban sama sekali dari Indah. Bibi Sari kemidian memegang ganggang pintu lalu membuka pintu. Ceklekkkk....... Bibi Sari membuka pintu lalu melihat seluruh ruangan,matanya tertuju pada seorang gadis cantik yang kini terbaring di kasur yang berukuran besar. "Ya ampun non, kok udah tidur. Tidurnya seperti ini lagi " kata Bibi Sari terkejut melihat posisi tidur Indah terlentang dengan tanganku juga direntangkan. Bibi Sari lalu menyelimuti Indah kemudian kembali kedapur untuk mengambil makanan,setelah itu Ia kembali ke kamar Indah. "Non...bangun dulu,makan Non" kata Bibi lalu mengguncang tubuh Indahp. "Eummhh..." suara Indah khas bangun tidur disertai gerakan tangan yang ditarik keatas. "Nanti aja bi Indah malas banget nurunin tangga,rasanya engsel lutut mau lepas" kata Indah seraya mengubah posisi tidurnya membelakangi Bibi Sari. "Non makan dulu,makanannya udah Bibi bawakan nih" kata Bibi Sari lagi. "Ntar dulu Bi,ngantuk banget ni,5 menit lagi" jawab Indah yang masoh memejamkan matanya. "Nanti makanannya keburu dingin" kata Bibi Sari. Drrttt.......drrttttt. Smarphone Indah berdering diatas nakas tanda panggilan masuk. "Aduh....siapa sih ganggu istirahat aja" batin Indah sambil meraba atas nakas. "Hallo...." "Hallo Girll,apakah aku mengganggumu?" kata seseorang diseberang sana. "Em....tidak,sama sekali tidak" jawab Indah kemudian langsung mengubah posisinya menjadi duduk dengan suara serak khas bangun tidur. Karena yang meneleponnya adalah Nawan kekasihnya. "Kau sedang istirahat Girl,aku pasti sangat mengganggumu" kata nya lagi. "Nggak kok kak,ini udah bangun" jawab Indah lagi,kemudian mengambil nampan diatas nakas berisi yang makanan. Ya itulah kebisaan Indah saat lelah pulang dari sekolah, ia selalu makan di dalam kamar,lagipula jika Ia makan diruang makan,pasti tidak ada yang menemaninya,karena ibu dan ayahnya sama sama bekerja. Setelah lama berbincang dengan kekasihnya melalui telepon sambil makan siang,kini Indah sudah menyelesaikan makannya,setiap kekasihnya Nawan menghubunginya,Indah selalu bersemangat dalam melakukan aktivitasnya ternasuk makan siang saat ini,Indah menghabiskan makanannya sambil berbincang lewat telepon. Bibi Sari yang melihat Indah sudah menghabiskan makanannyapun merasa sangat senang. "Memang yang namanga anak muda, yang namanya cinta,bisa mengubah seseorang termasuk sifat dan kebiasaannya, kalau begitu hari hari kedepan kalau mau kasi Nona makan,mending hubungi Den Nawan hehehehehe..........sebagai vitamin Nona Indah saat makan" batin Bibi Sari lalu tersenyum simpul kemudian menagmbil nampan yang kini telah kosong dan berisi piring kotor. "Kenapa Bi,kok senyum senyum gitu " tanya Indah heran. "Gak apa apa Non,Bibi cuma senang aja,makanan Nona akhirnya Nona habiskan" kata Bibi Sari tersenyum dan memabalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju dapur. "Ih Bi Sari,bilang aja ngupng...hihihi..." guman Indah terkikik geli karena Bibi Sari mendengar pembicaraannya dengan Nawan kekasihnya. Sore menjelang malam,Indah baru saja mengerjakan tugas sekolahnya yang diberikan oleh guru biologjnya,Ia mengerjakan tugas untuk mendeskripsikan tentang Virus. "Tumben ya,mama dan papa jam segini belum pulang" guman Indah disela kesibukannya mengerjakan tugas. "Ah turun dulu deh,nanti lanjut lagi.Ni tugas bikin kepala gue lumayan berdenyut " gumam Indah lagi,kemudian melangkahkan kakinya dan keluar dari kamarnya lalu turun ke lantai satu. Ceklekk.... Dari hutan datang meramu kaki lelah perut meronta Mari bangun dari tidurmu Membaca novel author Marlita. bersambung....

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

My Miracle Luna (Complete)

read
12.4M
bc

Wild Love With My Triplet Mates

read
941.0K
bc

Her Triplet Alphas

read
8.9M
bc

The Blue Moon Chronicles (Book 6 of the Blue Moon Series)

read
1.7M
bc

The Vampire's Servant

read
696.9K
bc

Innocent Little Runt

read
580.9K
bc

Deep Desires (Book 5 of the Blue Moon Series)

read
2.7M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook