Menatap sang sumber yang memanggil dirinya dimana orang tersebut menatap Naila dengan memberikan senyuman terbaiknya, memilih menghentikan pekerjaannya dengan meminta Evan duduk disalah satu sofa. “Ada masalah?” menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Evan “lalu?” memicingkan matanya menatap Naila dalam. “Aku harus menyelesaikan pekerjaan disini karena setelah ini akan jarang kesini,” jawab Naila yang semakin membuat Evan mengerutkan keningnya “aku menerima tawaran pemilik rumah sakit.” Evan mengangguk paham “pantas saja jam praktek sudah berkurang dan tim kamu juga mengurus kantin pegawai dan dokter, katanya ke depan juga akan memegang kantin untuk umum yang berisi keluarga pasien dan pasien yang datang.” “Rencananya begitu tapi belum tahu karena ke depannya aku nggak terlalu terlib

