Seketika Takut

1128 Words

Datang ke Jakarta langsung pemanasan dengan lari keliling lalu dilanjutkan dengan latihan singkat sebelum akhirnya berada didalam kamar meletakkan badannya, memberi kabar Naila mengenai keadaan dirinya serta menanyakan mengenai keadaan dan juga perkembangan kasusnya. Rafa sebenarnya ingin bertemu dengan Naila tapi tetap tidak bisa dilakukannya karena waktu juga tidak memungkinkan dan tubuhnya juga butuh istirahat lebih, suara ketukan pintu membuat Rafa beranjak dari ranjang. “Baru datang?” Menatap malas pada Corry yang bertanya hal tidak penting “memang tadi kemana sampai nggak tahu gue datang dan latihan?” Corry tertawa mendengar pertanyaan Rafa “gue dari cafe terus dapat titipan makanan dari Naila.” Meletakkan kotak makanan di meja sambil menatap ruangan Rafa sekilas lalu mengalihkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD