Perasaan tidak enak menghampiri Rafa setelah apa yang Naila alami kemarin, bangun lebih pagi dari biasanya karena memang harus bersiap ke Yogya sebelum besok masuk kedalam mess untuk benar – benar persiapan pertandingan sebelum berangkat. Menatap Rafi dan Ina yang sudah siap untuk berangkat kembali ke Yogya dengan Ilham yang berada didalam gendongan Ina, melihat pemandangan seperti itu membuat Rafa membayangkan bagaimana kehidupannya dengan Naila kedepan. “Kamu sudah yakin sama Naila, kan?” Rafa mengangguk mendengar pertanyaan Rafi “karena bagaimana pun ibu sama bapak memang sudah menyukai Naila dari awal.” “Thanks yang buat aku sadar dan memberikan kata – kata entah apa yang membuat Naila mau terima aku.” “Hidupmu sangat menyedihkan setelah bertemu dengan wanita itu dan meninggalkan N

