Saran Ibu

1120 Words

Ruangan yang selalu didatangi saat masih kecil untuk bermain dengan mengganggu sang papa yang sedang bekerja dengan sahabatnya, tapi saat ini menjadi hal berbeda dimana menjadi pasien yang mengobati dirinya. “Baru datang?” Indira melangkah kearah Naila dengan mencium keningnya pelan, hal biasa yang dilakukan bukan hanya pada Naila tapi juga Yudo. “Mbak Nathali masih ada pasien katanya, nggak papa nunggu?” Naila hanya menggelengkan kepala “mau makan atau gimana?” “Ma, kalau membuka hati untuk pria lain bagaimana?” “Evan?” Naila mengangguk ragu “masalah dengan Rafa sudah selesai?” kali ini dirinya hanya terdiam “mama sih senang aja kalau kamu bisa membuka hati untuk pria lain, tapi pastikan masalah kamu dengan yang lama kelar. Maksudnya disini adalah hati kamu sudah selesai belum deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD