DAN satu orang yang patut khawatir adalah Rain. Awalnya ia tak merasa apa-apa. Malah agak bangga karena bisa membantu kakak kelas-nya itu. Lagi pula, ia juga perlu memastikan bagaimana perasaan kakak sepupunya yang satu itu. Namun ternyata Farras benar. Karena Farras pernah bilang, hati Dina itu kosong. Yang ada hanya lah kebencian. Dan rasa benci itu tertuju pada Pras. Lalu kini, ia malah meluapkan rasa benci itu keluar dari hati Dina secara paksa. Setengah jam pertama, keberadaan mobil Pras di layar pantauannya masih aman. Masih berjalan normal. Tapi sejak sepuluh menit tadi, semua berubah. Berulang kali lelaki itu menyalip mobil bahkan terus me-nambah kecepatan. Kejadian 'nyaris mati' sudah dialami Dina sejak sepuluh menit yang lalu. Kini Rain yang lompat-lompat, guling sana-sini, gak

