Pandu-Fasha, Dina-Pras?

1497 Words

“KAKAK lo gimana?” Rain mengendikan bahu. Ia baru saja masuk ke dalam kamarnya dan tumben-tumbennya sepupunya yang satu ini mau main ke rumahnya. Biasanya sih jarang. Paling Mentok kalau mau belajar kue bareng ibunya. “Udeeeh! Gak usah dipikirin kali!” Malah Rain yang agak senewen. Ia tahu pasti kalau Dina tak enak hati pada Fasha. Tapi mereka bisa berbuat apalagi kalau Adit sendiri yang menolak? Bagaimana pun kan keputusan ada di tangan Adit. “Lagi pula, kak, yang namanya perasaan tuh gak bisa dipaksa. Kalo emang bang Adit sayangnya sama lo, mau gimana lagi? Mau lo santet biar mereka balik lagi kayak dulu? Ya kali!” Haaarrsssh. Dina cuma bisa menghela nafas. Ia berselonjor kaki di atas tempat tidur Rain. Matanya menatap langit-langit kamar. Kebetulan kamar Rain ini serba biru. Maklum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD