“UDAH, pa, nikahin aja,” cerocos Ardan yang seenaknya. Kepalanya langsung ditoyor Dina. Saudara kembarnya itu baru saja pulang dari kantor sepuluh menit yang lalu. Bukannya mandi, ia malah merecoki Dina yang sedang sibuk di dapur membantu Aisha. Wira yang memang sudah tiba lebih dulu dibanding Ardan, sudah wangi dan kini duduk di kursi makan. Membaca berita sambil menemani dua perempuan di rumahnya memasak. “Lagian, sampe nyusul Adit segala! Segitu kangennya!” ledek Ardan yang mengundang kekehan Aisha. Pagi tadi, saat tiba di rumah, Dina aman. Aman dalam artian tidak ada yang memarahi. Karena mamanya sudah berangkat ke rumah sakit. Ardan dan papanya pun sudah di kantor. Ia bahkan hanya dijemput supir dari bandara. Saat mamanya pulang empat jam yang lalu, baru diomeli panjang dan lebar. D

