“Lo yakin udah gak papa? Kalau kaki lo masih sakit, gak usah dipaksain, kan masih banyak pemain cadangan.” “Kaki gue udah gak papa kok. Kita harus latihan untuk putaran selanjutnya. Lagian udah seminggu juga kan,” ucap Ali meyakinkan Farel. Ia menggerak-gerakkan kakinya memperlihatkan bahwa ia sudah baik-baik saja. Bahkan kakinya sudah tidak terasa sakit sedikitpun. Hanya bengkak sedikit sekitar dua hari, kemudian sudah sembuh. “Kalau gak bisa, gak usah dipaksain kali. Pemain basket kok ringkih, senggol sedikit langsung jatuh.” Ali menatap Gino yang sedang berbicara sembari memainkan bola basket di tangannya, ia juga terlihat terkekeh di akhir ucapannya, seperti sedang mencemooh. Meskipun ia tidak menatap Ali, namun Ali tahu bahwa kalimat penuh cibiran itu diperuntukkan untuknya. Merasa

