“Hai...” Sisi memasuki mobil Ali kemudian menyapanya. Ali menatap Sisi sembari tersenyum. “Hai...,” Ali membalasnya kemudian melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Sisi. Hening. Suasana di dalam mobil tidak seperti pagi-pagi sebelumnya setiap saat Ali menjemput Sisi. Sisi menatap keluar jendela, sementara Ali fokus menyetir dengan pandangan lurus ke depan. Biasanya mereka akan sama-sama bercerita apa saja, bahkan sesuatu hal yang sebenarnya tidak penting. Yang tidak pernah lupa juga candaan Ali yang sebenarnya juga terbilang garing namun bisa membuat Sisi terbahak dengan lepas. Namun pagi ini mereka menjadi sama-sama kikuk. Sebelum sampai ke rumah Sisi tadi, Ali sempat berpikir bahwa Sisi sudah pergi duluan. Apalagi setelah kejadian kemarin malam. Namun ternyata gadis itu tetap

