Chapter 11

2234 Words

“Lo bisa main basket gak sih? Oper dong bolanya. Lo pikir itu bola punya bapak lo?” “Santai dong, bolanya lagi sama gue. Terserah gue mau gue kasih ke siapa.” “Tapi gue yang paling dekat sama ring. Ngabisin waktu tahu gak.” “Lo anak baru ya di tim ini, gak usah belagu dan sok ngatur-ngatur gue deh.” “Nata! Gino! Sudah berdebatnya.” Pak Riki dibuat geleng-geleng kepala melihat dua anak didiknya itu tidak berhenti berdebat di tengah lapangan dan membuat latihan terhenti. Padahal mereka satu tim, namun tidak ada kata akur sama sekali. “Kalian gimana sih? Turnamennya sebentar lagi. Kalau kalian ada masalah, selesaikan di luar lapangan. Mengerti?” Ali dan Gino sama-sama mengangguk pelan. “Kita latihannya sampai disini saja, kita lanjut besok,” ucap pak Riki lagi dan berlalu pergi keluar d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD