ILY SAYANG

735 Words
Tasya POV Malam ini aku berada di rumah mertua aku untuk makan malam bersama keluarga besar mas rendra. Yah walaupun ini kali pertama aku berkenalan dengan semuanya setelah menikah dengan dia. Jujur aku sebenarnya canggung berada di tengah-tengah mereka, karena menurutku mereka sangat ramah dan menerima aku dengan senang hati. Aku mencoba beradaptasi dengan mereka yang sekarang tengah tersenyum hangat di meja makan. "Heh bocah"seru rendra sembari menepuk bahuku pelan yang menyadarkan aku dari lamunanku "Apa sih mas, aku udah bukan bocah kali" "Iya iya bukan bocah, kan sudah jadi nyonya muda" "Sudah-sudah kalian ini, rendra jangan ganggu menantu mama dong" sahut mama sambil menggelengkan kepalanya "Mama ihh belain aja terus menantunya"ucap rendra sambil mengerucutkan bibirnya "Kamu tuh ya ud..."ucapan mama terpotong olehku karena aku juga kasihan sih rendra di marahin "Sudah ma mas rendranya jangan di marahin terus. Tuh muka udah ngambek aja ma"seruku Seletah itu kami melanjutkan makan dalam diam. Sampai semua pamit pergi dari meja makan,aku membantu mama mebereskan semua alat makan dan mencucinya. Mama terus saja bercerita padaku akan masa kecil rendra yang jahil serta sering mengganggu teman perempuannya. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu rendra berubah menjadi sosok pria yang pendiam dan acuh kepada wanita. Dan sejak rendra bertemu denganku mama bilang sifatnya kembali berubah perlahan seperti dulu. "Mama ke ruang keluarga ya sayang mau menemani papa, nggak papa kan sayang kamu lanjutin dikit ini"kata mama sambil mencuci tangannya hingga. "Iya ma biar aku aja yang lanjutin"jawabku , Mama menganggukkan kepalanya aku terlonjak kaget karena ada lengan kekar yang melingkari perutku dengan sempurna. Ku tolehkan kepalaku ke kanan untuk melihat siapa dia. Dan benar saja dia adalah suamiku Rendra. "Jangan peluk gini ah mas. Ini kerjaan aku gak selesai-selesai loh" ucapku sebal padanya "Yaudah aku bantu ya dek" kurasakan lengan itu sudah melepas pelukannya dan berpindah membantu pekerjaanku. Dia tersenyum kearahku saat pekerjaan terakhirnya telah selesai. rendra menolehkan kepalanya kekiri untuk melihat istrinya "Sudah selesai nyonya,mari ikut suamimu" Tanpa persetujuanku dia menggandengku,entah membawa aku pergi kemana. Rendra pov Aku tiba-tiba tersadar saat aku membawanya pergi dengan mata terbuka. Dengan cepat aku menghentikan langkahku sehingga dia menabrak punggungku dengan keras. "Ish kenapa berhenti tiba-tiba sih"gerutu tasya "Sudah diam,sekarang tutup matamu"perintahku "Untuk apa sih tutup mata?" "Sudah turuti saja"jawabku datar Aku mengeluarkan sapu tanganku dan mengikatnya di kepala istriku untuk menutup matanya. Setelah selesai aku kembali melanjutkan jalanku dengan menggandengnya. Aku membawa nya ke sebuah taman dekat komplek rumah orang tuaku. Di taman itu sudah ada lilin berbentuk love yang di tata dengan rapi serta satu lampion aku letakkan di luarnya. Aku menggendongnya ala bridalstyle ke tengah love itu. Sesampainya di tengah love aku menurunkannya perlahan. "Sudah sampai?lalu bolehkah dibuka?"seru tasya Tanpa menjawabnya aku membuka ikatannya perlahan. Matanya membulat sepenuhnya menatap semua lilin-lilin . "Mas ini kamu yang siapin ?"tanya tasya "Iya sayang" jawabku dengan senyum Kutarik perlahan kedua tangannya agar bisa ku genggam dengan erat. "Dengarkan aku mia anastasya hermawan. Sejak pertemuan pertama kita, aku sudah tertarik kepadamu. Walaupun usia kita berdua terpaut cukup jauh,aku ingin engkau tau bahwa perbedaan usia kita bukanlah penghalang bagi hubungan maupun kebahagiaan kita. Aku juga bersyukur karena telah dipertemukan denganmu dan dijodohkan pula oleh kedua orang tua kita, sebab kini hidupku berubah karnamu. Hidupku yang semula hanya tanpa warna di setiap harinya kini setiap hariku terasa berwarna denganmu. Setiap waktu aku menikmatinya dan berharap waktu ini jangan cepat berlalu. Dan seiring berjalannya waktu,sekarang aku benar-benar jatuh hati kepadamu , kepada wanita yang pertama dan terakhir di dalam hidupku ini. I LOVE YOU SAYANG" ku cium lama kedua tangannya "Jujur mas kalimat tadi adalah kalimat terindah dan terpanjang yang pernah kamu ucapkan padaku. Aku berterima kasih karena selama ini kamu telah berbesar hati dalam membimbingku untuk menjadi istri yang lebih baik lagi. Aku mengerti bahwa usia bukanlah penghalang kita. Aku juga paham bahwa hidupku lebih berwarna saat kujalani denganmu. Aku sadar sekarang untuk pertama dan terakhir hatiku telah berlabuh ke sebuah tempat dimana hati itu terisi namaku. I LOVE YOU TOO MAS RENDRA" balasnya sambil tersenyum Author Sekarang rendra memberikan sebuah lampion kepada tasya. Kedua tangan tasya ikut memegang sisi kiri lampion tersebut. Rendra meminta tasya membuat permohonan besama-sama dengannya. "1,2,3" terdengar tawa mereka sambil melepas kedua tangan mereka dari lampion. Dan membiarkannya terbang keatas sejauh mungkin. Kemudian rendra mengajak tasya pulang karena sudah larut malam. Hai reders:-D Author is come back Maafkan author ya banyak typo bertebaran Maaf juga ya kalau ceritanya gj By:author syantik. Hehehe
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD