144. Hmm...

1385 Words

Mengabaikan obrolan absurd kekasihnya, Rainier mengambil beberapa cairan dari lubang Lyssa, menarik jerit dari si gadis. Pemuda itu melumurkan lelehan tersebut di b-tangnya yang kuat. Lyssa tegang memperhatikan saat Rainier memposisikan miliknya di pintu masuk. Mata Rainier menggelap saat melihat lubang Lyssa kembang kempis begitu bergesekan dengannya. “R-Rainier, hati-hati,” cicit Lyssa. “Oke,” balas Rainier tanpa menoleh. Fokus pada milik Lyssa. Mulut Lyssa terbungkam begitu Rainier memasukkan bagian kepala. Kedua insan itu saling berdesis merasakan nikmat kedut di antara mereka. Bagian bawah Lyssa kencang menyambut, memerangkap milik Rainier, menyedot kuat. Gadis itu tiba-tiba merasa ketakutan. “Uh, Rainier. Aku rasa kita lanjutkan besok saja. Aku tidak yakin kamu bisa-” Bles! K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD