Chapter 6⭐

686 Words
Qina yang keluar dari ruang rawat VIP berjalan ke arah kamar mandi secepat mungkin. Beberapa orang yang melewatinya sontak menepi saat melihat aura gelap disekitar gadis itu. Sesampainya di kamar mandi,dia langsung memucul dinding dengan kuat dalam sekali pukulan ia menghancurkan dinding tersebut hingga retak. [Misi Utama selesai: Menjenguk Target yang sedang sakit.] [Nilai menghitam target menurut 10°/•] "Apa kamu sudah selesai? Apa kau itu mesin yang tidak tahu waktu,Aku kan sudah menyelematkannya,jadi kenapa aku harus menempuh jarak berkilo-kilo meter hanya untuk mengantar buah," Qina tidak pernah merasa sekesal ini pada siapapun,sialnya 'Sistem' ini malah memberikan misi secara tiba-tiba padanya,ia harus menempuh jarak dari Apartemennya ke rumah sakit,dimana hampir memakan waktu sejam,ia malah harus menempuh waktu 20 menit untuk sampai. [Anda tidak mau kan merasakan 'Hukuman' yang akan anda rasakan jika menolak misi...] "Aku benar-benar ingin meremukkan tubuhmu!" [AI tidak berwujud,Host. Saya berada di kepala anda,jadi silahkan remukan kepala anda sendiri.] "......" Qina mendesah lelah,dia sangat lelah berlari dengan jarak yang sangat jauh. Bagaimana dia,Seorang Ratu terkuat malah menjadi budak sekarang. Qina menatap ke belakang,pintu ruangan itu tertutup rapat,matanya berubah menjadi kuning keemasan,dan seketika dia bisa melihat Roh jahat berasal ruangan tempat dia keluar tadi. [Host..Anda melihat wujud itu,kan? Benda gelap berbentuk bayangan itu adalah Roh Jahat yang berasal dari hati target,misi anda adalah berusaha menghilang Roh jahat...] "...Baik."Jawab gadis itu dengan tatapan yang sangat dingin. Qina berjalan keluar Rumah sakit dan kembali ke Apartemennya dimana di sana adiknya sudah menunggu di ruang tamu dengan wajah cemberut. "Kakak...Kamu dari mana saja? Kenapa tiba-tiba keluar dengan sangat gelisah?"tanya pemuda itu dengan kening berkerut. "Tidak ada hal yang penting,Aku akan tidur,"Serunya dan berjalan ke lantai atas. Berbaring di kasur,Gadis itu menghela nafas,awalnya dia berfikir hidupnya akan damai dan tenang,tetapi sekarang dia malah harus menjadi pengawas bocah manusia. "...Siapa yang akan menduga jika Ratu Penguasa seperti dia,malah menjadi penjaga seorang bocah manusia..."gumamnya dan menutup matanya lelah. Rambutnya berserakan di kasur,dia awalnya ingin hidup dengan damai sebagai 'Qina',dia bahkan belum membalaskan dendam pemilik aslinya untuk orang-orang yang sudah menyakitinya. *** Seminggu kemudian... Qina sudah mulai rutin menjenguk pemuda yang dia selamatkan itu,kadang dia juga harus memberikan perawatan untuk menyenangkan manusia satu itu,Qina hampir saja melemparkan meja di dalam ruang rawat,saat pemuda itu malah menyuruhnya menyuapinya makan setiap dia mau makan,padahal bukan tangannya yang patah. Rion Alzarg,Seorang putra keluarga kaya raya di negara ini,bahkan kekuasaan keluarga Alzarg sangay kuat,dia mengetahui itu dari AI yang menyampaikan informasi terkait Rion. Saat ini dia sedang duduk di samping ranjang pemuda itu,disisi lain Rion tersenyum lebar saat dia selalu melihat gadis itu datang menjenguknya . Padahal dia memiliki mysophobia dengan sentuhan lawan jenis,tetapi setiap gadis itu menyentuhnya,dia hanya merasakan senang dan serakah akan sentuhan gadis itu. Tetapi gadis itu selalu memberikan jarak antara keduanya,seakan dia tidak ingin dekat dengannya. Memikirkan hal itu,Rion menyeringai dengan licik,dia akan memiliki gadis ini,sejak mereka bertemu,dia sudah di takdirkan untuknya. Qina yang melihat tatapan pemuda itu ke arahnua sedaritadi mulai merasa kesal. "Apakah kamu tidak ingin tidur saja?" Rion tersenyum lebar,"Tidak perlu,aku hanya ingin melihat wajah Qiqi setiap detik," Qiqi? Siapa Qiqi? Apakah aku? "Siapa yang kamu panggil Qiqi,adik kecil."Ujar Qina dengan susah payah memberikan senyum lembutnya. "Tentu saja kamu,Qiqi-ku!" 'Matamu darimana yang melihat aku menyukai nama itu!' "Ha..ha..ha..ha.."Qina hanya bisa tertawa hambar,dia tidak suka nama itu,mirip Hewan peliharan saja,tetapi jika dia mengatakan yang sebenarnya bisa di pastikan AI akan memberikannya hukuman. "Adik kecil,Bukankah kamu sudah bisa keluar hari ini? Dokter mengatakan kemarin jika tubuhmu sudah baik-baik saja..." Rion menyipitkan matanya, tanpa di perhatikan oleh Qina, ada sedikit cahaya yang muncul di mata pemuda itu,tetapi segera menghilang seakan tak pernah ada. "Kamu sangat baik...menolongku...lalu merawatku..aku...aku sangat bahagia,"Dengan rona merah di pipinya,remaja ini jelas sedang bersikap malu di depan gadis itu. "........" Siapa yang bisa memberitahunya kenapa orang ini sangat aneh? Apakah anak sekolah jaman sekarang sudah pintar menggombal? Apa mereka menjadi Buaya muda saat ini? Qina sebagai seorang Pembunuh dari masa depan tidak pernah melihat seorang merayu dengan cara ini,bukannya menjijikkan,malah karena itu Rion terlihat sangat manis. Qina harus segera pulang dan menemui Dave,dia ingin melihat apakah semua remaja memang imut dan pandai merayu sekarang. Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD