Saat Qina bersiap meletakkan kembali pemuda itu,tiba-tiba cahaya muncul di depan wajahnya,seperti layar game yang dimainkan adiknya,terdapat kalimat 'Data Di Terima' yang membuat gadis itu tiba-tiba merada tidak nyaman entah kenapa.
[Salam Host! Perkenalkan aku AI,Sistem Transmigrasi terbaik dan terpintar..bla..bla..bla..]
Merasa kesal karena suara mekanik yang entah dia memuji dirinya atau apa,dia sedikit merasa kesal.
"Bisakah kamu mengatakan intinya saja? Tidak perlu menyebutkan semua hal itu."
AI mengeluarkan suara mekanik mendengus layaknya manusia.
[Host ... Anda adalah jiwa yang mengalami Transmisi jiwa yang di program oleh sistem kami.]
[Anda tidak hanya di kirim ke dunia ini begitu saja,kan?]
"...kupikir aku sedang liburan."balas Qina dengan santainya.
[Sistem memberikan anda tugas-tugas yang dimana,anda sebagai Inang Sistem diwajibkan melaksanakannya...jika tidak...]
"Jika tidak kenapa?"
[Anda akan mati lagi !]
Mendapatkan informasi ini,Qina mulai memahami tujuan benda aneh ini,dia siap menolak tugas aneh itu,saat rasa sakit bagaikan tubuhnya di tusuk oleh pisau panas menghantam secara tiba-tiba.
"Aakhh...Apa-apaan ini!"
[AI mendeteksi bahwa anda telah melakukan pelanggaran,Sistem secara otomatis akan mengaktifkan hukuman.]
Huuuuuu
"....."
Jadi dia memiliki 'benda' asing dalam dirinya,berfikir bahwa kehidupan kedua ini dia akan hidup bahagia dan damai bersama adiknya,dia malah harus melakukan tugas aneh seperti ini.
"Jadi apa tugasku?
AI kembali menjawab dengan suara mekanik dingin.
[Host! Anda hanya menerima tugas untuk menjaga 'Target' sampai Sistem secara otomatis menyatakan misi anda selesai.]
"...Jadi? Aku akan berubah menjadi Babysiter untuk tugas ini?"
Entahlah kau! Ingin sekali dia mengatakan itu pada Benda asing ini,tetapi mengingat betapa sensitif AI ini,dia hanya bisa mengalah.
"Siapa targetku?"
[Pemuda yang berada di pelukan anda,Host.]
Qina langsung berdiri dengan tegak."Kau pasti bercanda,Kan?"
[Selamat Bertugas! Setiap misi anda selesai,AI akan memberikan hadiah,Yeay!]
'Sialan!'
Qina mendesah dengan frustasi,tangannya ingin menjambak rambut pemuda yang masih pingsan itu,tetapi menepis pikirannya saat melihat ke bawah. Pemuda itu memang tampan,tetapi racun dalam dirinya sudah mencapai ke tahap kritis.
Qina menyentuh helaian rambut pemuda itu dan menatapnya dengan tatapan simpati.
"Sayang sekali jika tampan begini,Kamu tiba-tiba meninggal,karena kamu adalah target si keparat itu untukku,maka aku akan menjagamu,setidaknya aku bisa memakan racun enak itu."
Qina menekan tombol panggilan darurat dan tidak lama mobil ambulan datang,beberapa perawat dengan sigap membawa pemuda dan sopinya ke dalam mobil Ambulan. Qina hanya diam dan menatapnya,saat dia berbalik,Pemuda yang tadinya masih pinsang itu membuka matanya dan melirik ke arah sosok gadis itu.
"Ja..jangan..per..gi...."
Suara pemuda itu serak dan sangat kecil,dia ingin mengulurkan tangannya untuk menghentikan langkah kaki gadis itu.
Sayangnya tidak ada yang mendengarnya,apalagi Qina yang sudah berjalan kembali ke arah Apartemennya.
~~~~~~~~~~~
20 menit kemudian
Rumah Sakit
Di ruang rawat VIP,pemuda yang di selamatkan oleh Qina sudah sadar dan duduk dengan sosok yang D ingin. Para dokter hanya bisa menunduk dengan ketakutan oleh pemuda itu.
"...Tuan muda..apa anda baik-baik saja?"Tanya kepala kedokteran dengan gugup.
Siapa yang tidak takut jika bertemu dengan Asura ini,seorang yang bisa menghilangkan rumah sakit beserta dokter dan perawat di seluruh negeri ini dengan mudah.
Pemuda itu hanya melirik pria baya itu,lalu berkata."Diam."
Kepala dokter itu langsung menunduk lebih ke bawah karena takut,mood pemuda di ranjang sangatlah buruk dan sensitif.
Saat mereka semua berfikir akan di pecat detik itu juga,tiba-tiba pintu di buka oleh seseorang,sontak semua orang melihat ke arah pintu,kecuali Pemuda itu yang Masih mengeluarkan aura mematikan.
"Permisi..apakah di sini kamar pasien yang kecelakaan tadi?"
Kepala seorang gadis muncul dari balik pintu,sepasang matanya berkilau dengan cahaya murni,kulitnya putih bersih. Semua dokter terkejut dan Kepala Kedokteran tiba-tiba sadar lebih dulu.
"Nona ini..mungkin anda salah alamat."
Gadis itu terkejut,sepasang matanya melihat keluar ruangan seakan tidak yakin.
"Um..tapi benar kok."
"Gadis ini..anda benar-benar salah ruangan."jawab Dokter sekali lagi.
Saat mendengar suara gadis itu,pemuda yang masih terlihat acuh,berbalik dan melihat gadis itu,seketika matanya melebar,karena suara gadis ini mirip dengan orang yang menyerlamatkannya.
Walau dia hanya melihat wajahnya dari samping sebelum dibawah kemari,dia masih ingat suaranya.
"Apakah itu kamu?"
Mendengar suara pemuda itu,gadis itu melihat ke arahnya dengan terkejut lalu terlihat sangat bahagia,pemuda itu sedikit bingung dengan emosi pihak lain.
"Akhirnya aku menemukanmu."
Gadis itu berjalan masuk dan meletakkan beberapa buah.
Para dokter yang melihat keduanya saling kenal menjadi lebih terkejut,mereka menatap gadis itu dengan penasaran,seakan gadis itu adalah makhluk luar angkasa.
Siapa yang tidak tahu jika pemuda ini sangat membenci segala jenis perempuan,dia benci di dekat perempuan,apalagi berinteraksi dengan mereka,tetapi sekarang?
Apa mata meraka sudah menipu?
Gadis itu mengulurkan tangannya ke arah pemuda itu.
"Halo adik,Namaku Qina."
Pemuda itu mengernyitkan keningnya saat mendengar kata 'adik' untuknya,entah kenapa dia merasa tidak cocok dengan itu.
"Namaku Rion Alzarg."
"Oh...Adik Rion,bagaimana keadaanmu?"
Rion membalas dengan patuh."Hanya sedikit pusing."
"Istirahatlah dengan baik,Aku akan kembali lagi besok."
Qina berbalik pergi dengan sangat cepat meninggalkan semua orang yang kebingunan. Seakan gadis itu seperti hantu,yang datang tidak diundang,pulang tidak diantar.Rion menatap buah yang dibawakan gadis itu dan tersenyum kecil.
⭐?⭐?⭐?⭐?⭐
BERSAMBUNG....
????