Setelah kembali ke Apartemennya,Qina yang tadinya masih tersenyum,kini mengeluarkan aura mengintimidasi yang sangat kuat. Gadis itu berdiri di depan jendela dan melihat keluar,tapi bukan itu yang menjadi fokus Dave saat ini,dia bisa melihat Kakak perempuannya sedang tersenyum sinis seakan merencanakan sesuatu yang sangat jahat.
"Kakak apa kamu baik-baik saja?"
"Tidak."
Qina sedang memikirkan rencana untuk mematahkan bagian tubuh Yuna lagi,kekesalannya belum reda juga,gadis jalang itu sudah berani menganggu 'pemilik asli' tubuh ini dan sekarang malah menganggu adik manisnya.
Berbalik dan berjalan ke arah Dave,Qina memengang kedua bahu remaja itu.
"Tenang saja,Kakak perempuanmu ini akan membereskan perempuan jelek itu."
"...."
Dave dalam pikirannya, 'Sebenarnya kamu yang harus kesal dan aku yang membereskan nya,tapi kenapa malah kamu yang mau membereskan nya?'
Qina keluar dari Apartemennya,dia menerima pesan dari seseorang yang menyuruhnya keluar,saat sampai di lantai bawah,gadis itu berjalan ke arah cafe dekat sana.
Saat masuk dia melihat sosok pria baya yang mengenakan jas putih,terlihat pria baya Ini saat muda menjadi incaran para wanita.
"Ayah.."
Pria baya itu berbalik,dia adalah Ayah kandung Qina,Tuan Samuel Wilton.
"Qina...?"
Gadis itu mengangguk dan duduk di kursi depan Tuan Samuel.
"Bagaimana kabarmu,Ayah?"
"Aku baik,bagaimana denganmu?"
"Aku baik-baik saja,kamu bisa melihat sendiri jika hidupku lebih baik setelah keluar dari sana."
Tuan Samuel menunduk dengan perasaan bersalah. "Maafkan ibumu..dia hanya belum bisa menerimanya.."
"Apa maksudmu Ayah? Tidak bisa menerima putri kandungnya kembali?malah menganggap orang asing lebih baik dariku? Ayah kamu tau dengan jelas bahwa Nyonya Wilton dan Aku...Tidak mungkin."
Tuan Samuel terkejut dengan penyebutan gadis ini untuk Ibu kandungnya,memang benar selama 5 tahun setelah Qina datang ke rumah,Istrinya tidak pernah memberikan perhatiannya pada gadis ini,tidak heran jika dia memberikan garis pembatas untuk dia dan keluarga aslinya.
"Bagaimana dengan makan dan tempat tinggalmu,Apa semua baik?"Tuan Samuel mengubah topiknya.
Qina mengangguk dan mengeluarkan sebuah map yang dia nawa sedaritadi.
"Tolong tanda tangani."
"Apa ini?"pria itu membuka isi map dan matanya melebar tidak percaya."..Surat identitas baru?Kamu mengubah margamu?"
"Ayah lupa akan satu hal,Kalian memang keluarga kandungku hanya dalam darah...sedangkan untuk marga kalian bukan orang yang bisa memutuskan hal itu,Aku tidak berminat menjadi seorang Wilton,Saat ini margaku adalah Lucrecio...Qina Lucrecio."
"A-Apa yang kamu lakukan!"
"Ayah tolong tanda tangani saja surat memutusan hubungan keluarga ini,dan semua hubungan antara aku dan keluarga Wilton tidak akan pernah ada."
Tuan Samuel menatap gadis yang terlihat sangat tenang dan santai itu,bahkan tidak ada sedikitpun rasa bimbang di matanya.
"Huff...Baiklah."
Setelah menandatangani dokumen itu,Qina langsung berdiri dan meninggalkan Tuan Samuel yang masih terlihat tidak rela.
Saat diluar Cafe,Qina memilih berjalan ke arah lain sebelum kembali ke Apartemennya,alasan dia melakukan ini karena dia bukan 'Pemilik Asli' yang harus hidup sebagai Orang bodoh,dia bisa membuat kekuatannya sendiri.
Saat berjalan di pinggir jalan raya,suara ban dan beberapa orang yang berteriak panik menarik perhatiannya,mengikuti arah pandang semua orang dimana tidak jauh dari sana ada sebuah mobil hitam yang di kejar-kejar oleh beberapa geng motor.
Kaca mobil di pecahkan,lalu mobil itu kehilangan keseimbangannya dan menabrak pohon dengan suara 'dentuman' yang sangat keras. Saat beberapa orang bermotor itu akan menghancurkan pintu mobil,tiba-tiba sepasang tangan langsing dam putih menghentikan gerakan orang itu.
'CRAK'
"Apa yang kau lakukan gadis bo-....Arrgghh.." pemimpin pria bermotor itu menjerit saat,tanganya dengan muda di patahkan.Anak buahnya orang itu mundur ketakutan.
Qina muncul di depan mereka dengan sangat cepat,sosoknya menjadi objek mata semua orang. Pemimpin yang terluka melihat bahwa itu adalah gadis cantik menjadi sangat marah.
"Bawa kemari Gadis si***ln itu kehadapanku!"
Tiba-tiba Qina di kelilingi oleh selusin pria yang siap mengangkat tinju mereka.
"Serang!!"
Qina tersenyum mengejek dan bergerak cepat menendang mereka dengan sekali ayunan kaki,lalu meninju beberapa pria hingga memar. Dia hanya menghabiskan waktu mengalahkan selusin orang hanya dalam 10 detik.
"Ahh..kelamaan tidak olahraga tubuhku menjadi kaku."
Orang-orang yang di hajar menatap gadis itu dengan kengerian yang sangat kuat,mereka langsung bangun dan melarikan diri. Penonton yang melihat setiap gerakan itu,tanpa sadar mundur karena takut.
"Gadis ini sangat mengerikan."Ujar salah seorang wanita pejalan kaki.
Qina berbalik dan mendekati mobil itu,saat dia melihat ke dalam melalui jendela,dia bisa melihat seorang pria tampan dengan wajah yang sangat bagus,kedua alis tebal,rahang kokoh,bahu yang lebar serta bibir merah yang seksi itu.
"Sangat Tampan."Serunya saat selesai memeriksa wajah pihak lain.
Terlihat pria itu mengernyitkan keningnya kuat,sopir di depannya tidak sadarkan diri,pria ini pasti sedang sakit.
Qina dengan mudah membuka pintu itu dan melihat dari dekat wajah tampan orang lain.Tangannya memegang kening pria itu.
Qina menyipitkan matanya dingin. "Racun?"
Qina membuka mulut pria itu dan dia bisa melihat sebuah kabut hitam keluar dari sana,Dia sebagai pembunuh dan juga ahli komputer terbaik sudah membuatnya sangat di inginkan,tapi yang lebih hebat dari itu adalah keahliannya dalam memakan dan melihat racun.
Di kehidupan dulunya dia memiliki kekuatan yang sangat kuat dari Anugrah mata dan kemampuannya memakan racun.Racun pria ini sangat kuat terlihat dari kabut hitam tebalnya itu,tiba-tiba dia merasa lapar,apalagi racun adalah cemilan untuknya.
"Kau beruntung,Tampan~"
⭐?⭐?⭐?⭐?⭐
Next Chapter..