Nilam dan Embun masih asyik mengobrol sambil duduk berdekatan. Sesekali mereka tertawa, membuat suasana di antara mereka terasa akrab. Di dekat mereka, Nizam dan Kayla sudah lebih dulu larut dalam tawa dan gurauan polos anak-anak, saling menyuapi es krim sambil berlari kecil ke sana-sini. Nilam dan Embun bahkan tak sadar saat Tirta mendekat karena saking asiknya mengobrol. Pria itu tiba-tiba duduk di kursi kosong tepat di samping Nilam, membawa dua cup es krim. Lalu, dia meletakkan salah satunya di pangkuan Nilam. “Ini buat kamu,” ucapnya singkat. Mata Nilam mengerjap, menatap es krim itu lalu menatap Tirta. “Loh … Pak Tirta kok repot-repot?” Sebelum Tirta sempat menjawab, Embun langsung menimpali dengan nada menggoda, “Lah, Mas Tirta, adek sendiri nggak diambilin, kenapa, malah Nilam

