17. Awal Menguak Misteri

1730 Words

Ranti melangkah pergi meninggalkan Laboratorium bawah. Perlahan tap pasti, ia sudah berjalan menaiki tangga menuju lantai dua lobi belakang kampus. “Syukurlah ... aku baik-baik saja.” Ranti menghela napas dan kembali berjalan ke arah kanan menuju ruang tiga tempat perkuliahan berlangsung. Ia berjalan melewati koridor dengan penerangan minim. Lantaran waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Malam itu kabut tebal menyelimuti wilayah kampus, setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu seharian. Sehingga tidak ada kegiatan lain di kampus. Kecuali mahasiswa yang sedang penelitian. Bahkan kuliah pengganti di ruang tiga sudah selesai. Namun, Ranti justru berjalan ke sana. Lantaran ia tidak melihat jam tangan yang melingkar di lengannya. “Ra—Ranti!” teriak Alex melihat Ranti berdiri di depa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD